Pernah Pinjam Puluhan Miliar, Anggota DPRD Lampung Ini Tobat Berhutang di Bank

Foto profil whatsapp Yusirwan, Anggota DPRD Lampung asal Fraksi PAN.//dok

Nuansalampung.com–Dibayar kena bunga, telat bayar didenda, dilunasi kena pinalti, begitulah jahatnya riba.

Kata-kata itu tertulis di foto profil jejaring sosial whatsapp Yusirwan, Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bandarlampung.

“Hutang piutang tidak dilarang agama. Namun sekecil apapun berhutang, lebih baik itu di hindari. Apalagi yang namanya riba, harus dijauhkan. Karena itu dosa besar,” kata Yusirwan, menanggapi perihal foto profil whatsappnya, Kamis (24/2/2022).

Yusirwan menuturkan, dulu dia pernah terjerumus dalam riba. 

“2010 saya pernah pinjam uang bank puluhan miliar. Itu karena ketidak tahunan tentang riba,” tuturnya.

Pasca mengetahui bahwa turut serta dalam riba merupakan salah satu dosa besar, Yusirwan pun bertobat, seraya bertekad untuk tak mau lagi terjerumus dalam persoalan tersebut.

“Abang lagi belajar hijrah, kalau ibarat matahari sudah sore. Umur kalau sudah di atas 40 tahun harus berani hijrah,” ucap Yusirwan, legislator asal PAN itu.(nuansa1)

Editor: Agung Chandra Widi

Related post

Legislator Datang, SMP 4 Kotabumi Bergemuruh—Bantuan Langsung Diberikan

Legislator Datang, SMP 4 Kotabumi Bergemuruh—Bantuan Langsung Diberikan

Nuansalampung.com–Suasana SMP 4 Kotabumi di Kelurahan Kotabumi Tengah, Kecamatan Kotabumi, tampak lebih semarak dari biasanya, Rabu (29 April 2026). Sekolah yang…
Belajar agar Tidak Dibodohi: Pesan Irham Jafar untuk Siswa Lampung Utara

Belajar agar Tidak Dibodohi: Pesan Irham Jafar untuk Siswa…

Nuansalampung.com–Pagi itu, halaman Madrasah Aliyah Negeri 1 Lampung Utara di Desa Candi Mas, Kecamatan Abung Selatan, terasa berbeda. Riuh rendah suara…
Menyalakan Daya Perempuan: Dari Keraguan Menuju Kepemimpinan

Menyalakan Daya Perempuan: Dari Keraguan Menuju Kepemimpinan

Nuansalampung.com–Di Hari Kartini, lima perempuan lintas profesi berbagi kisah tentang ragu, jatuh, dan bangkit—menegaskan bahwa kekuatan lahir dari proses, bukan kesempurnaan.…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *