Firmansyah-Bustomi Laporkan KPU pada Bawaslu-nuansalampung.com

Add Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc, dan Prof. Dr. Ir. H. RA Bustomi Rosadi, M.S. melaporkan KPU

BANDAR LAMPUNG — Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Dr. (Can). Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc, dan Prof. Dr. Ir. H. RA Bustomi Rosadi, M.S. melaporkan KPU Kota kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait verifikasi paktual yang dilaksanakan PPS, Kamis (16/7/20).

“Kami melihat berdasarkan undang-undang banyak sekali hak masyarakat sudah dizalimi. Seharusnya, sebagai penyelenggara Pilkada, KPU juga harus menjaga hak calon independen dalam mengikuti pesta demokrasi,” kata Firmansyah, kepada Ketua Bawaslu Candrawansyah, S.I.Kom. di kantor Bawaslu.
Seharusnya, lanjut Firmansyah, semua pendukung calon independen harus didatangi saat verifikasi dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jika masyarakat merasa mendukung harus diceklist sebagai bukti dukungan dan jika tidak, warga harus mengisi Form BA-5 KWK. 
“Dan, agar benar dalam pelaksanaan administrasi, jika tidak menemukan warga dalam ferivikasi tersebut, panitia Pemungutan Suara (PPS) wajib menemuai warga tiga kali. Artinya, ada aturan yang harus dijaga benar agar hak calon independen bisa dilindungi,” dia.

Sehingga, lanjut Firmansyah, saat pleno KPU sangat terlihat jelas tahapan verifikasi belum mengandung asas transparansi. “Saya sudah meminta bukti mana nama-nama yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan mana yang memenuhi syarat (MS), tapi mereka tidak bisa menjawab. Seharusnya, agar pelaksanaan Pilkada akuntabel dan tidak merugikan calon independen semua harus bisa dipertangungjawabkan,” kata dia.

Sebagai contoh, lanjut Firmansyah, ada di kecamatan Tanjungkarang Pusat, ada 1.700 KTP di satu kelurahan yang tidak bisa diverifikasi. “Herannya lagi, banyak warga mengakui kepada kami mereka terpaksa tidak mendukung karena diintervensi dan mereka khawatir bantuan pemerintah seperti BLT, PKH akan dicabut,” kata Firmansyah.
Sementara, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung Candrawansyah, mengatakan pihaknya akan melihat sejauh mana laporan dari calon independen yang merasa dirugikan. Kalau ada pelanggaran administrasi yang dilakukan KPU akan kita bantu untuk memperbaiki.
“Intinya, kami akan coba memperbaiki pelaksanaan pesta demokrasi, dan akan kami uji dan kami cocokan dengan data yang kami miliki. Nanti kita lihat, apakah ada pelanggaran administrasi atau mungkin saja ada pelanggaran pidana Pemilu. Kalau ada unsur pidananya, kami akan koordinasikan dengan Sentra Gakumdu,” kata dia. (Nuansa1)

Related post

Dari Bangku Sekolah ke Ruang Parlemen, PLDP Cetak Generasi Muda Berani Bersuara

Dari Bangku Sekolah ke Ruang Parlemen, PLDP Cetak Generasi…

Nuansalampung.com–Kalau ngomongin politik, mungkin yang kebayang itu rapat, debat, atau sidang yang serius. Tapi di Lampung, ada cara yang beda buat…
PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat Hingga Pelosok Daerah

PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat…

Nuansalampung.com–Semangat berbagi dan kepedulian sosial pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Lampung. Melalui…
Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi Hits di Bandar Lampung

Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi…

Bukan di Puncak, Tapi di Bandar Lampung! Cafe Ini Punya Suasana Sejuk dan Estetik Healing Tanpa Keluar Kota! Bouly Forest Jadi…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *