
Jadi Ketua Partai Termuda di Lampung, Begini Komentar Sejawat dan Rival RMD
- Ahmad Giri AkbarAndika WibawaGerindra LampungMirzaliePolitikRMDUtama
- Maret 28, 2022
- 6 minutes read
![]() |
| Rahmat Mirzani Djausal dan Ahmad Giri Akbar |
Nuansalampung.com–Rahmad Mirzani Djausal (RMD) didapuk menjadi Ketua Partai Gerindra Provinsi Lampung di umurnya yang genap 42 tahun.
RMD terbilang paling muda, jika dibandingkan dengan ketua partai besar lainnya di provinsi setempat (PDIP, Golkar, Demokrat, Nasdem, dll).
Lantas bagaimana komentar sejawat, termasuk rival politik RMD terkait hal tersebut? Simak informasinya.
Komentar Mirzalie
![]() |
| Mirzalie |
Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Gerindra Mirzalie menyebut, rekam jejak RMD di dunia organisasi tak diragukan, bahkan sudah sangat mumpuni.
“Beliau tidak ujuk-ujuk jadi ketua Gerindra. Modal pengalamannya, membuat beliau matang untuk memimpin keorgansasian besar seperti Partai Gerindra,” ucap Mirzalie.
Soal umur, RMD juga dianggap sudah pas. Setidaknya, pria kelahiran 18 Maret 1980 itu mengemban jabatan ketua di umur 42 tahun.
“Kurang dewasa apa lagi coba? 40 tahun itukan umur matang. Rasul saja menerima wahyu di umur itu, dari kacamata ini berarti sudah siap untuk jadi pemimpin besar,” ucap Mirzalie.
Mirzalie yang juga Ketua Partai Gerindra Kabupaten Pesisir Barat tersebut menegaskan kesiapannya untuk membantu tugas RMD, khususnya dalam memenangkan konstelasi politik di 2024 mendatang.
“Berdasarkan surveinya, Gerindra di Pesisir Barat harus ditingkatkan. Dewan cuma dapat satu, maka harus banyak yang dibenahi, sudah kita mulai pembenahannya. Maka dibawah komando beliau (RMD), target kita harus lebih baik dari kemarin. Kalau bisa setiap dapil ada satu dewan (dari total 4 dapil),” paparnya.
Baca juga: Pasangan Mirza-Giri, Magnet Gerindra Rebut Suara Milenial Lampung
Komentar Andika Wibawa
![]() |
| Andika Wibawa |
Andika Wibawa, rekan sejawat yang sempat menjadi rival politik RMD juga turut berkomentar. Andika Wibawa merupakan mantan Anggota DPRD Lampung yang sempat menjadi rival atau saingan Mirza ketika Pemilu 2019 lalu. Sebab keduanya sama-sama memperebutkan kursi dari Dapil Kota Bandarlampung.
“Mirzani ini saya kenal dari bujang, dan kami satu dapil. Jadi Mirza ini sudah saya anggap seperti adik saya, beliau supel, gampang bergaul, dan tidak sombong,” kata Andika melalui sambungan WhatsApp pada Nuansalampung.com, Senin (28/3).
“Gerindra ini siapapun yang jadi tak masalah, yang penting tujuan kami sama. Gerindra menang, Prabowo presiden. Maka saya legowo, walupun kalah saat kompetisi pada pemilu lalu,” sambung Andika.
Lebih lanjut Ketua Gerindra Kota Bandarlampung itu menyatakan bahwa dalam perpolitikan, siapapun yang duduk di legislatif adalah yang dipilih masyarakat.
“Jadi tujuan kita bagaimana masyarakat terwakilkan. Saya lihat Mirzani Djausal ini mampu menjaring dan memperjuangkan aspirasi warga, khususnya di Bandarlampung,” jelasnya.
Dia pun mengucap syukur, atas terpilihnya RMD dan Ahmad Giri Akbar sebagai Ketua dan Sekretaris Partai Gerindra Lampung.
“Semoga Mirza-Giri bisa memberi kemaslahatan untuk masyarakat lebih besar lagi dan berjuang bersama seluruh kader Gerindra se-Lampung. Berjuang agar Prabowo bisa jadi Presiden, dan Gerindra menang di legislatif maupun eksekutif,” harapnya.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi

.jpeg)
.jpeg)





