Jadi Keluarga Kerajaan, Yusuf Kohar Bergelar Raja Memerintah Mangkunegara
- Bandarlampung
- November 29, 2020
- 5 minutes read
Nuansalampung.com–M Yusuf Kohar telah sah menjadi keluarga besar Kerajaan Paksi Pak Skala Bghak Lampung.
Wakil Walikota Bandarlampung itu kini menyandang gelar Raja Memerintah Mangkunegara.
Gelar disematkan oleh Raja Skala Bghak dari Buay Belunguh, Pun Yanwar atau yang bergelar Sultan Junjungan Sakti yang Dipertuan ke-27.
Penyematan gelar dalam acara seangkonan semuaghian di Lamban Gedung Kuning, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung, Minggu 29 November 2020.
Seangkonan semuaghian adalah adat budaya Lampung, yang tujuannya untuk merajut persaudaraan satu sama lain.
Selain menerima gelar, Yusuf yang didampingi sang istri Min Yuanah, menerima pin bangsawan dari sang raja.
Perdana Menteri Kerajaan Paksi Pak Skala Bghak, Dang Gusti Ike Edwin atau yang bergelar Gusti Batin Raja Mangkunegara membacakan pidato dari sang raja.
Dang Gusti mengatakan, penyematan gelar untuk Yusuf Kohar menandakan bahwa Wakil Walikota Bandarlampung itu telah sah menjadi bagian dari keluarga besar Kerajaan Skala Bghak Lampung.
Sebagai bagian dari Keluarga Besar Kerajaan Paksi Pak Skala Bghak Lampung, Yusuf Kohar diharapkan mampu mendedikasikan dirinya untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya warga Kota Bandarlampung.
Dang Gusti menyebut, gelar yang disandang Yusuf cukup berat. Namun gelar yang diberikan tersebut telah disesuaikan dengan tupoksi atau jabatan yang sedang diemban oleh Yusuf Kohar, sabagai wakil kepala pemerintahan.
Yusuf Kohar mengucapkan terimakasih pada seluruh keluarga besar Kerajaan Paksi Pak Skala Bghak Lampung yang telah memberikan kehormatan padanya.
“Bagi saya, penyematan gelar ini merupakan suatu kehormatan. Untuk itu saya dan keluarga mengucapkan terimakasih. Kepada para raja, dan seluruh keluarga besar Kerajaan Paksi Pak Skala Bghak Lampung,” kata Yusuf Kohar.
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu sangat mengedepankan protokoler kesehatan. Bahkan, arak-arakan dalam Seangkonan Semuaghian terpaksa ditiadakan. Untuk menghindari kerumunan.
Yusuf Kohar tampak gagah mengenakan pakaian adat Lampung, didampingi sang istri Min Yuanah dan para kerabat dekatnya.(nuansa3)






