
DPRD Sidak SPPG Pasar Krui, Keluhan Bau Limbah Warga Jadi Sorotan
- LampungNewsPolitikUtama
- April 10, 2026
- 2 minutes read
Nuansalampung.com–Aroma tak sedap yang dikeluhkan warga Pasar Krui akhirnya mendapat perhatian serius. DPRD Kabupaten Pesisir Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, pada Rabu, 8 April 2026, guna menelusuri sumber bau yang diduga berasal dari limbah dan sampah kegiatan operasional.
Langkah cepat diambil DPRD Pesisir Barat dengan turun langsung ke lapangan. Ketua Komisi III DPRD, Ahmad Zulkipli Rohman, bersama Heri Gunawan dan rombongan, menyusuri area SPPG Pasar Krui untuk memastikan kondisi sebenarnya, khususnya terkait pengelolaan limbah yang menjadi keluhan masyarakat.
Di dalam area dapur, aktivitas para relawan terlihat tetap berjalan. Mereka tampak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, menunjukkan adanya upaya menjaga standar kebersihan dan keamanan. Namun, perhatian utama rombongan bukan hanya pada proses produksi, melainkan pada sistem pembuangan limbah yang diduga menjadi sumber persoalan.
Pemeriksaan berlanjut ke bagian pembuangan akhir. Di titik inilah, temuan di lapangan mulai memperkuat keluhan warga. Air limbah terlihat mengalir melalui drainase yang berada tepat di depan rumah warga, sebelum akhirnya bermuara ke aliran Sungai Way Tuwok. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.
Ketua Komisi III DPRD Pesisir Barat, Ahmad Zulkipli Rohman, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga dengan mengecek langsung instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hingga ke aliran sungai. Dari hasil peninjauan sementara, ditemukan bahwa fasilitas pengelolaan limbah, termasuk tempat pembuangan sampah, masih tergolong minim.
Ia menegaskan, dalam waktu dekat DPRD akan menggelar hearing bersama Dinas Lingkungan Hidup serta pihak pengelola SPPG Pasar Krui. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret agar persoalan limbah tidak terus berlarut dan merugikan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua GMBI Pesisir Barat, Roy Giopani, yang turut mendampingi sidak, menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari warga terkait bau busuk yang dinilai sangat mengganggu. Ia berharap ada langkah tegas dari pihak terkait, bahkan meminta agar aktivitas SPPG Pasar Krui dihentikan sementara hingga permasalahan limbah benar-benar tertangani.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan limbah yang baik, terutama pada fasilitas yang beroperasi di dekat permukiman warga. Di satu sisi, aktivitas pelayanan harus tetap berjalan, namun di sisi lain, kenyamanan dan kesehatan lingkungan masyarakat tidak boleh diabaikan.
Dengan adanya sidak ini, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata. Bukan hanya meredam keluhan, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai standar, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas warga dapat kembali berlangsung dengan nyaman.(SAL)
Editor: Agung Chandra Widi





