Ziarah Makam Tubagus Sangkrah Lampung – nuansalampung.com

Nuansalampung.com–Makam Tubagus Sangkrah. Bagi sebagian kecil masyarakat Lampung mungkin tak asing dengan makam kramat yang berada di bibir pantai Quin Arta, Kabupaten Pesawaran (perbatasan Bandar Lampung), Provinsi Lampung itu.

Kamis malam, 11 Juni 2020, Nuansa Lampung berkesempatan mengunjungi makam keramat tersebut.

Sekira pukul 21.00, tibalah tim kecil kami dilokasi tujuan. Memasuki portal Pantai Quin Arta, lalu beranjak menuju lokasi makam yang berada tepat di ujung pantai setempat.

Sebuah bangunan berukuran sekira 30 meter persegi, dengan pohon besar ditengahnya menandakan bahwa kami telah tiba di makam yang dituju.

Dengan berbasuh wudhu, satu-persatu dari kami pun memasuki ruang makam. Suasana mistis mulai terasa kental. Suasana seperti itu memang kerap kami rasakan tatkala tiba di peziarahan, makam keramat.

Sebagian tim mulai mempersiapkan alat perekaman. Sebagian lagi, bersama Ustaz Farid, mulai duduk bersila, bersiap memulai tahlil atau ritual kirim doa.

Pasca ritual selesai, kami pun menyempatkan sedikit waktu, menikmati keindahan alam (pantai) di depan makam.

Keesokan harinya, Jumat 12 Juni, tim Nuansa Lampung pun berhasil menemui Ustaz Ahmad Zaini Al faqih. Dia adalah kuncen makam Tubagus Sangkrah.

Ustaz Ahmad mengatakan, Tubagus Sangkrah berasal dari Banten. Beliau ke Lampung untuk mensyiarkan Islam.

Menurut Ustaz Ahmad, nama Sangkrah disematkan kepada almarhum, sebab selama mensyiarkan Islam ke beberapa tempat, beliau menggunakan sebuah rakit untuk menjangkau pulau-pulau di seberang. “Sangkrah berarti rakit,” begitu kata dia.

Iklan Mengambang

Tak banyak informasi yang berhasil dikuak dari Ustaz Ahmad. Bahkan nama asli Tubagus Sangkrah pun belum berhasil terkuak. Sebab sejak dulu, penduduk setempat memang sudah memanggil almarhum dengan sebutan seperti itu.

Ustaz Ahmad Zaini pun menutukan bahwa pada 2009, beliau mendapatkan isyarat mimpi untuk membangun atau merapikan makam Tubagus Sangkrah yang kala itu belum terbangun.

Dibantu sahabatnya yang bernama Kholit Apri, makam tersebut akhirnya terbangun. Sehingga, para peziarah pun bisa berkirim doa dengan nyaman. Tanpa harus takut kehujanan, atau terkena kencangnya hembusan angina laut.

Tak hanya makam Tubagus Sangkrah. Di lokasi itu, ada sembilan makam lainnya. Dikabarkan merupakan makam murid dari Tubagus Sangkrah.

Selain pantai di dekat peziarahan, ada satu lagi yang menarik saat peziarah datang ke tempat itu. Sebuah pohon yang tumbuh melintang tepat di atas makam Tubagus Sangkrah.

Pohon itu merupakan simbol adab ataupun akhalak. Sehingga, setiap peziarah yang datang ke area makam hendak nya merundukan kepala seraya merendahkan hati. Sebab, tiada yang tinggi kecuali Allah SWT(nuansa1)

Related post

PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat Hingga Pelosok Daerah

PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat…

Nuansalampung.com–Semangat berbagi dan kepedulian sosial pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Lampung. Melalui…
Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi Hits di Bandar Lampung

Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi…

Bukan di Puncak, Tapi di Bandar Lampung! Cafe Ini Punya Suasana Sejuk dan Estetik Healing Tanpa Keluar Kota! Bouly Forest Jadi…
Konsep Halal Berubah Total, Wardah dan Kahf Jadi Rujukan Industri

Konsep Halal Berubah Total, Wardah dan Kahf Jadi Rujukan…

Nuansalampung.com–Perkembangan industri halal kini memasuki babak baru. Konsumen tidak lagi hanya melihat halal sebagai label sertifikasi produk, tetapi juga sebagai representasi…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *