
Cegah Paham Radikalisme, Aprilliati Sosialisasi IPWK di Kalangan Santri
- DPRD LampungPolitikUtama
- Agustus 8, 2022
- 4 minutes read
Nuansalampung.com–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Aprilliati kembali bergerilya, mencegah masuknya paham radikalisme, melalui Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK).
Kali ini legislator asal Kota Bandarlampung itu menggelar IPWK di kalangan para santri, tepatnya di Pondok Pesantren Nashihuddin, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Kemiling, kota setempat, Sabtu (6/8/2022).
Aprilliati menyadari bahwa kalangan santri menjadi aset bangsa yang tak ternilai. Mereka harus dijaga, agar kelak menjadi penerus bangsa.
“Paham radikalisme harus diantisipasi dengan berbagai cara. Salah satunya lewat Sosialisasi IPWK. Maka IPWK menjadi agenda rutin seluruh anggota DPRD,” kata Aprilliati.
Selain untuk mencegah masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat, Sosialisasi IPWK juga untuk menumbuh kembangkan semangat Pancasila di tengah para pemuda, dalam hal ini para santri.
Sebab tak dipungkiri bahwa kini nilai-nilai dalam Pancasila perlahan mulai terkikis, dengan cepatnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi.
“Melalui sosialisasi ini, kita berharap para pemuda, khususnya para santri bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang perlahan sudah terkikis dengan kemajuan teknologi dan tentunya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” jelas Aprilliati.
Lebih lanjut aktivis perempuan itu mengatakan bahwa merawat Pancasila merupakan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kita harus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Artinya, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kita harus saling menghargai, menghormati, toleransi, dan jangan mudah terprovokasi,” jelas Aprilliati.
Baca juga:
Haul Bung Karno, Aprilliati: Jangan Benturkan Pancasila dengan Agama
Aprilliati: Hapuskan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Dalam kegiatan tersebut, Aprilliati menggandeng dua pemateri: Tahura Malagano dan Ustadz Suparman Abd Karim.
Ustadz Suparman mengingatkan para santri untuk membentengi diri dari hal-hal yang merusak Pancasila di tengah masyarakat, seperti halnya Paham Radikalisme.
“Akhir-akhir ini kita disuguhkan pemberitaan mengenai Khilafatul Muslimin yang notabenenya tidak percaya terhadap pemerintah dan kerap melakukan ujaran kebencian terhadap pemerintah. Ini harus kita hindari. Caranya dengan memahami nilai-nilai dalam Pancasila,” jelas Suparman.
Sebab menurutnya, radikalisme bisa menyusup ke tengah masyarakat karena ideologi kita mulai terkikis.
Usia remaja juga merupakan fase yang paling rawan dalam membentuk pola berpikir. Menurut dia, masa tersebut merupakan saat pikiran seorang individu sedang mencari jati diri.
“Remaja itu fase yang paling rawan, doktrin-doktrin yang sifatnya baik dan buruk sangat mudah tertanam di dalam pikiran. Maka dari itu, kita perlu membentengi diri kita dengan ideologi pancasila,” ucap dia.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi





