Dua Legislator Sebut Rapid Tes Massal Solusi Tekan Covid-19

Nuansalampung.com–Rapid test merupakan salah satu solusi menekan angka penyebaran covid-19 dan menurunkan angka kematian.
Hal ini dikatakan Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Senin (22/8). “Semakin banyak di rapid test, maka rasio terhadap tingkat kematian akan berkurang,” kata dia.
Untuk mewujudkan itu, sambung Ketua Fraksi partai Gerindra DPRD Lampung ini, semua pihak mesti bergandengan tangan, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota serta swasta. “Jangan hanya pemprov saja, tapi seluruh stakeholder harus memiliki visi yang sama,”ungkap dia.
“Semakin banyak di rapid test dan diisolasi, maka semakin banyak yang ditangani secara dini,” ujar dia.
Ketika visi sudah terbentuk, maka akan kerja teknis yang akan dilakukan. Misalnya, ia mencontohkan, Dinkes melakukan bujecting terhadap rapid test.
Kemudian, kata dia, CSR dari pihak swasta. “CSR yang dibutuhkan ini ada tiga, sembako, vaksin dan rapid test,” ungkap dia.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Lampung lainnya Deni Ribowo memberikan solusi ke pemerintah untuk mengurangi angka kematian covid-19 di Bumi Ruwa Jurai.
“Begini rumusnya, kita harus memperluas testing dan tracing,” kata Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, Senin (23/08).
Anggota fraksi partai Demokrat DPRD Lampung ini mengaku prihatin terkait data yang dikeluarkan Kemenkes terkait angka kematian di Lampung mencapai 7,2 persen.
Oleh karena itu, pihaknya telah meminta Dinkes Lampung untuk memperluas testing dan tracing serta rapid antigen.
Dengan begitu, putera daerah kabupaten Way Kanan meyakini bahwa angka kematian di Lampung akan menjadi rendah. “Komisi V sudah meminta Dinkes untuk perluas testing, tracing dan rapid antigen. Karena ini satu – satunya cara dengan melakukan testing tracing yang banyak, ini tolonglah,” ungkap dia.
Ia mencontohkan, kalau ada lima pasien meninggal dunia, kemudian melakukan testing dan tracing hanya dengan 5 ratus orang, maka angka kematian menjadi tinggi.
Tetapi jika testing dan tracing semakin diperluas lagi dengan jumlah mencapai 10 ribu orang dan ditemukan lima pasien meninggal dunia, maka angka kematian menjadi rendah. “Kita juga akan tahu dimana zona tempat penularan virus covid-19. Ini fungsi dari PPKM mikro di tingkat kelurahan,” tegas dia. (**)

Related post

PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat Hingga Pelosok Daerah

PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat…

Nuansalampung.com–Semangat berbagi dan kepedulian sosial pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Lampung. Melalui…
Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi Hits di Bandar Lampung

Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi…

Bukan di Puncak, Tapi di Bandar Lampung! Cafe Ini Punya Suasana Sejuk dan Estetik Healing Tanpa Keluar Kota! Bouly Forest Jadi…
Konsep Halal Berubah Total, Wardah dan Kahf Jadi Rujukan Industri

Konsep Halal Berubah Total, Wardah dan Kahf Jadi Rujukan…

Nuansalampung.com–Perkembangan industri halal kini memasuki babak baru. Konsumen tidak lagi hanya melihat halal sebagai label sertifikasi produk, tetapi juga sebagai representasi…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *