
Keluarga Korban Pembacokan Tak Ada Biaya Operasi, Walikota Bandarlampung Diminta Bertindak
- NewsUtama
- Agustus 16, 2022
- 2 minutes read

Nuansalampung.com–Ketua Partai Politik (Parpol) di Kota Bandarlampung mengaku prihatin dengan nasib yang dialami korban pembacokan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Berdasarkan informasi yang dihimpun nuansalampung.com, Selasa (16/8/2022), dua korban yang kritis: Umiyati (50) dan Firman (30) harus segera dioperasi. Namun pihak keluarga tak punya biaya.
“Kami mengimbau pemerintah kota bisa membantu pembiayaan korban yang kritis ini. Pemerintah harus peduli dengan masalah ini,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandarlampung, Budiman AS, Selasa (16/8/2022).
Budiman berharap kedua korban bisa segera dioperasi agar kondisinya membaik.
“Pemerintah kota wajib membantu, jangan sampai korban tidak tertolong karena proses operasinya terkendala biaya,” harapnya.
Anggota DPRD Lampung itu juga mengimbau pihak rumah sakit untuk bisa mengesampingkan masalah biaya.
“Utamakan dulu pelayanan kesehatan dengan maksimal. Kalau harus dioperasi, segera lakukan. Jangan ditunda karena masalah biaya,” imbaunya.
Hal senada disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandarlampung, Andika Wibawa.
Andika juga berharap Walikota Eva Dwiana segera mengambil sikap, membantu warganya yang kesusahan.
“Walikota selaku pemegang kebijakan harus segera mengambil tindakan,” ujarnya.
Menurut Andika, setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. “Walikota selaku pimpinan daerah harus bisa memastikan itu,” ujarnya.
Andai kata korban tidak punya BPJS pun, sambung Andika, walikota tetap harus punya solusi.
“Ini miris sekali. Apalagi ini warga kurang mampu. Maka walikota harus turun langsung. Apa jangan-jangan walikota belum tahu ya, ada kejadian begini?” ucapnya.
Sebelumnya dikabarkan bahwa dua korban pembacokan ODGJ di Pulau Singkep, Sukabumi, Bandarlampung kini berada di Rumah Sakit Imannuel. Kondisinya masih kritis, dan harus dioperasi pada Rabu (17/8). Namun pihak keluarga mengaku terkendala biaya.
Menurut kerabat korban, Dede, biaya operasi yang dibutuhkan sekitar Rp50 juta.
“Kata pihak rumah sakit besok harus dioperasi. Tapi kami tidak punya biaya dadakan sebesar itu,” kata Dede, dikutip dari Lampost.co, Selasa malam (16/8).
Keluarga korban pun berupaya mengurus biaya rumah sakit melalui BPJS Kesehatan.
“Tapi katanya untuk pasien seperti ini tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Kami menunggu hasil kajian apa saja yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan,” ucapnya.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi





