
FGD Bersama Kementerian, Andi Surya: Lanjutkan Rencana Pembangunan Jembatan Selat Sunda
- Utama
- Mei 31, 2022
- 2 minutes read
Nuansalampung.com–Mantan senator Lampung, Andi Surya mengusulkan agar rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda kembali dibuka.
Usulan tersebut disampaikan Andi dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Koordinasi (Kemenko) Perekonomian RI.
Kegiatan terpusat di Hotel Sheraton, Jalan Wolter Monginsidi nomor 175, Gulakgalik, Bandarlampung, Selasa (31/5/2022).
Acara turut dihadiri Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Sekda Lampung, Kepala Bappeda Lampung, unsur Pemerintah kota/Kabupaten dan Provinsi Lampung,
“Saya mengusulkan agar rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda dibuka kembali karena payung hukumnya telah ada: Perpres SBY No. 86/2011. Ini tinggal dilanjutkan. Jembatan Selat sunda ini adalah legacy negara untuk rakyat Indonesia, bukan hanya untuk Provinsi Lampung dan Banten semata,” papar Andi.
Lebih lanjut Andi yang juga tokoh pendidikan Lampung itu menyebutkan, pembangunan jembatan Selat sundatidak membebani APBN karena sektor swasta sangat berminat membentuk konsorsium pendanaan.
“Jika pun pemerintah perlu masuk dalam pendanaan cukup 10 persen dari total perkiraan Rp250 Trilyun biaya JSS. Jadi pemerintah cuma share sebesar Rp25 Trilyun, itupun terbagi secara multiyear dalam masa 10 tahun pembangunan, jadi per tahunnya cuma Rp 2,5 Trilyun,” lanjutnya.
Sebelumnya, Andi yang juga ketua Yayasan Umitra dan Global Surya Islamic School tersebut menyatakan tol Sumatera sangat bermanfaat bagi percepatan arus manusia, barang dan jasa. Namun belum sepenuhnya jalan tol ini dimanfaatkan secara efektif.
Menurut dia, terdapat awan kelabu yang menggantung dari keberadaan Jalan tol Sumatera, yaitu kemacetan di penyeberangan Bakauheni – Merak yang perlu dicari jalan keluarnya.
“Salah satu yang krusial adalah dengan pertumbuhan ekonomi akibat keberadaan tol ini jumlah kendaraan semakin bertambah namun di penyeberangan Selat sunda terjadi kemacetan, terjadi bottle-neck,”ujarnya.
Karena itulah, menurut Andi, rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda yang terhenti di masa pemerintahan Presiden Jokowi harus berlanjut.
“Karena itulah, saya memberi saran agar Kemenko Perekonomian mengkaji kembali rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda sebagai konektivitas efektif Jawa-sumatera,” jelasnya.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi


