Cerita Petani Tanggamus: Sulit Membeli Pupuk hingga Gagal Panen
- Bertani Padicerita pak taniGagal PanenPetani LampungPetani PadiPupuk langkaUtama
- Januari 21, 2022
- 3 minutes read
| Video: Wawancara bersama Supri, Petani Tanggamus yang sudah bercocok tanam selama 25 tahun.//dok nuansa |
Nuansalampung.com–Namanya Supri, warga Dusun Sumbertengah, Desa Tekat, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Supri menggantungkan hidupnya melalui bercocok tanam. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan berkutat di kubangan lumpur persawahan.
Lahan sepertiga hektare, disewanya dengan harga Rp3,5 juta, untuk satu kali masa tanam (lima bulan).
Pasca panen, Supri bisa mendapat beberapa ton padi, dengan kalkulasi pendapatan sekitar Rp15 juta (laba kotor) setiap kali panen.
Lokasi persawahan terletak di Desa Muaradua, Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus.
Sejak 1997, Supri sudah berprofesi sebagai seorang petani.
Nuansalampung.com pun berkesempatan mewawancarai Supri pada Kamis (20-1-2022).
Banyak hal yang disampaikannya, mulai dari sulitnya membeli pupuk, hingga pernah mengalami gagal panen, serta lika-liku lainnya dalam mengais rezeki melalui bertani padi.(nuansa1)
Tonton Video: Wawancara bersama Supri, Petani Tanggamus yang sudah bercocok tanam selama lebih dari 20 tahun.//dok nuansa





