
Listrik Padam Berjam-jam, Benny: Kinerja PLN Harus Dievaluasi
- NewsUtama
- Juni 4, 2024
- 2 minutes read

Nuansalampung.com–Aliran listrik sudah pada berjam-jam, Selasa (4/6/2024). Pemerhati Kebijakan Publik Benny N A Puspanegara meminta agar Menteri BUMN mengevaluasi kinerja pejabat PLN.
“Menteri BUMN Eric Thohir harus segera mengambil langkah dengan mengevaluasi kinerja PLN. Kalau perlu mencopot dan mengganti orang-orangnya. Sekarang bukan era nya penjelasan terus, tapi era pelayan terbaik dengan sistem dan SDM yang terus ditingkatkan,” kata Benny melalui pesan WhatsApp.
Menurut dia, padamnya listrik berjam-jam berdampak buruk pada urusan hajat hidup orang banyak. Sehingga masalah ini tidak bisa ditolerir.
“Coba kalau masyarakat telat bayar listrik, didenda kan? Ada juga yang diputus. Bisa tidak kalau kita telat bayar diganti dengan penjelasan dan minta maaf?” ucap Benny.
Benny pun meyakini bahwa para pejabat PLN yang bertanggung jawab pastinya orang-orang yang mendapat gaji dan tunjangan besar.
“Ditambah lagi fasilitas fasilitas lainnya dari negara yang semua itu lancar-lancar saja, tidak pernah padam seperti listrik, makanya layak diganti kalau tidak becus,” tambah praktisi hukum ini.
Lebih lanjut dia mengingatkan, PLN seharusnya bisa mengambil pelajaran dari peristiwa beberapa tahun lalu saat pemadaman lstrik total pulau jawa dan sekitarnya.
Ketika itu presiden marah dan meminta dengan tegas untuk tidak terulang lagi hal tersebut.
“Waktu itu disampaikan presiden langsung kepada Dirut dan pejabat pejabat utama PLN. Peristiwa ini jelas pengabaian perintah presiden. Padahal baru beberapa hari kemarin presiden berkunjung ke Lubuk Linggau, Lahat dan sekitarnya. Seharusnya kunjungan itu menjadi motivasi mereka,” paparnya.
Sebelumnya, aliran listrik empat provinsi di Sumatra padam sejak sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa, 4 Juni 2024. Pemadaman itu terjadi di Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Berdasarkan informasi sistem kelistrikan Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mengabarkan pemadaman listrik itu akibat gangguan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 275 kilovolt (kV) Lubuk Linggau-Lahat. Kondisi itu berimbas pada sistem kelistrikan di Lampung.
“Pelanggan PLN yang terhormat, sehubungan dengan gangguan transmisi SUTT 275 kilovolt (kV) Lubuk Linggau-Lahat. Sehingga, berdampak pada sistem kelistrikan di wilayah kerja provinsi Lampung,” tulis PLN di beberapa media informasi.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi




