
Tegaknya Keadilan Kunci Kemajuan sebuah Negara
- PolitikUtama
- Juli 18, 2022
- 2 minutes read
Nuansalampung.com–Tegaknya keadilan menjadi kunci kemajuan sebuah negara. Jika keadilan mulai pudar, niscaya hancurlah negara tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Hantoni Hasan, salah satu pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di aula Kantor DPW PKS Provinsi Lampung.
Acara diselenggarakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Syarif Hidayat, Senin (18/7/2022).
Dalam pemaparannya, Hantoni Hasan yang juga Ketua Dewan Pakar PKS Lampung itu melansir perkataan Ibnu Taymiah.
Perkataan tersebut: dan Allah membiarkan (mempertahankan) negara yang tegak keadilan di dalamnya, sekalipun penduduknya mayoritas kafir.
Sebaliknya, Allah tidak akan mempertahankan keutuhan suatu negara yang keadilan sirna di dalamnya, meskipun mayoritas penduduknya muslim.
“Maka keadilan harus dapat kita tegakkan. Karena masa depan sebuah negara tergantung pada keadilan yang ada di dalamnya,” papar Hantoni.
Dia pun menyebut bahwa beberapa negara maju sangat mengedepankan keadilan dalam prinsip-prinsip kenegaraan.
Untuk itu, dia berpesan agar prinsip keadilan yang merupakan sila kelima untuk dapat ditegakkan, mulai dari lini terkecil.
“Perkuat ideologi kita , perkuat wawasan kita, dan perkuatlah pengaruh kita,” tutupnya.
Sementara pemateri lain dalam kegiatan tersebut, Zulkarnain Ridwan menyebut bahwa berdasarkan hasil survei, 19,5 persen gen z menyatakan Pancasila tidak relevan lagi, dan 19,5 persen milenial menyatakan Pancasila penting gak penting.
Maka jika ditotal, jumlahnya cukup fantastis, hampir 40 persen pemuda tak peduli dengan Pancasila.
“Padahal Pancasila menjadi modal besar bagi negara untuk tetap berjalan. Maka kalau dikesampingkan satu saja nilainya, maka akan seperti negara lain di luar sana (hancur),” jelasnya.
Baca juga: Hampir 40 Persen Pemuda Sepelekan Pancasila
Sebelumnya, Syarif Hidayat selaku penyelenggara kegiatan sempat menyoroti kabar yang menyebut bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) anti Pancasila.
Menurut legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bandarlampung itu, Falsafah PKS sangat sejalan dengan Pancasila.
“Banyak yang mengklaim dirinya kelompoknya paling pancasilais. Dan PKS disorot sebagai partai anti Pancasila,” kata Syarif saat membuka IPWK.
Untuk menepis kabar miring itu, Syarif pun membeberkan terkait Falsafah PKS yang menurutnya sejalan dengan Pancasila. Falsafah tersebut diantaranya: keislaman, kenegaraan, kebangsaan, dan keadilan.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi





