PIP-WK di Kedamaian, Budiman AS Ajak Masyarakat Hidup Rukun

PIP-WK di Kedamaian, Budiman AS Ajak Masyarakat Hidup Rukun

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, mengajak masyarakat untuk kembali merawat persatuan dan hidup rukun damai di tengah derasnya arus perubahan sosial yang kian menggerus nilai kebangsaan. Ia menilai, tanpa penguatan ideologi Pancasila, bangsa ini berisiko kehilangan arah.

Pesan itu disampaikan Budiman saat sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Sabtu (31/1/2026). Di hadapan warga, Budiman berbicara tentang kondisi bangsa hari ini, yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja.

“Perubahan teknologi bergerak cepat, tapi moral kita tertinggal. Gadget memang memudahkan hidup, tapi juga membuka pintu bagi masalah besar. Geng motor, narkoba, bahkan terorisme hari ini bisa lahir dari layar ponsel,” kata Budiman.

Anggota Komisi I DPRD Lampung sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung itu menilai, pudarnya nilai Pancasila bukan sekadar isu abstrak, melainkan persoalan nyata yang dampaknya sudah terasa di tengah masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan kembali Pancasila mulai dari lingkungan terkecil.

“Pancasila jangan berhenti di hafalan. Ia harus hidup di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sosial. Kalau keluarga kuat, lingkungan kuat, maka bangsa ini juga kuat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Budiman juga meluruskan sejumlah kesalahpahaman publik terkait kewenangan pemerintah. Ia menilai, minimnya pemahaman sering memicu salah sasaran kritik.

“Contohnya soal jalan rusak di Bandar Lampung. Itu kewenangan wali kota, bukan provinsi. Pemerintah provinsi bekerja dalam skala provinsi, sementara jalan nasional seperti Pangeran Antasari itu anggarannya dari pusat,” jelasnya.

Sosialisasi tersebut juga menghadirkan akademisi Universitas Lampung, Darmawan Purba, sebagai narasumber. Ia menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri di tengah keberagaman.

“Kalau pondasinya kuat, bangunan bangsa ini tidak mudah roboh. Pancasila itulah yang membuat kita bisa hidup berdampingan, tanpa saling mempersoalkan perbedaan suku, agama, maupun latar belakang,” ujarnya.

Iklan Mengambang

Menurut Darmawan, ideologi Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol negara, melainkan harus hadir dalam sikap sehari-hari: saling menghormati, menjunjung keadilan, dan mengutamakan persatuan.

Acara ditutup dengan pernyataan reflektif dari moderator Levi Tuzaidi yang mengajak peserta merenung tentang keberlangsungan bangsa. Ia membandingkan usia Indonesia dengan kerajaan-kerajaan besar di masa lalu.

“Kerajaan Sriwijaya dengan agama Buddha bertahan sekitar 400 tahun. Majapahit dengan Hindu sekitar tiga abad. Indonesia baru merdeka 80 tahun. Pertanyaannya, mau sampai kapan kita mempertahankan negeri ini?” ucap Levi.

Pertanyaan itu menggantung di ruang pertemuan, menjadi penegasan bahwa menjaga Indonesia bukan sekadar tugas negara, tetapi tanggung jawab seluruh warganya.(**)

Related post

Lesti Berharap Perbaikan Tanggul untuk Cegah Banjir

Lesti Berharap Perbaikan Tanggul untuk Cegah Banjir

Nuansalampung.com–Anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.…
DRB Beri Solusi BPJS PBI Non Aktif

DRB Beri Solusi BPJS PBI Non Aktif

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengungkapkan bahwa penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah…
Soal Banjir Kota: Andika Sebut Akibat Aliran Sungai Tak Beres

Soal Banjir Kota: Andika Sebut Akibat Aliran Sungai Tak…

Nuansalampung.com—Banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Bandar Lampung dinilai tidak bisa dilihat dari satu sisi. Persoalan tersebut merupakan akumulasi berbagai…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *