Mustika Sosialisasikan Pancasila di Hadapan Warga Paguyuban Waylima

Mustika Sosialisasikan Pancasila di Hadapan Warga Paguyuban Waylima

Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), intens dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Lampung, asal Fraksi Golkar Mustika Bahrum. Dengan tujuan memberikan pendalaman pemahaman tentang Pancasila secara utuh kepada masyarakat, khususnya Warga Desa Paguyuban, Kecamatan Way lima Pesawaran. Sabtu (21/06/2025).

Dalam sambutannya, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum mengatakan tujuan utama dari kegiatan sosialisasi Pancasila adalah silaturahmi dengan warga di Dapil Masing-masing. Namun, dikemas melalui kegiatan Resmi DPRD.

“Hari ini, saya sangat berterimakasih kepada warga Paguyuban yang bisa bersilaturahmi dengan saya. Mudah-mudahan, amanah yang diberikan bisa membawa berkah dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Mustika.

Untuk materi Pancasila, Suntan Pengayom Makhga (Gelar Adat Mustika Bahrum) mengatakan dihadapan kita semua sudah hadir narasumber yang memiliki kemampuan menjelaskan secara perinci.

“Nanti, soal materi dijelaskan oleh narasumber. Yang pasti, hari ini saya bersilaturahmi dengan warga Paguyuban,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Risodar AH (Narasumber) mengatakan dasar negara kita adalah Pancasila dan UUD 1945. Setelah kemerdekaan di Proklamasikan, maka dasar negara kita adalah Pancasila.

“Tadi, sudah kita ucapkan sebelm acara, wajib hukumnya mengucapkan dalam kegiatan resmi. Baik sipil, TNI dan Polri, Sekolah2 dan sejenisnya,” kata Risodar AH.

Sementara, Risodar melanjutkan bagi kita masyarakat sipil wajib mengerjakan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Bukan hanya sekedar menghapal. Artinya, jangan sampai sikap kita sama seperti anak – anak, hanya sekedar pengucapan.

“Jadi, dengan sosialisasi Pancasila hari ini. Wajib bagi semua anak bangsa terus membudayakan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian,” ungkapnya.

Iklan Mengambang

Selain itu, Risodar memaparkan. Perlu diketahui bahwa dalam sila pertama. Yaitu Ketuhanan yang maha Esa. Artinya, semua manusia wajib berTuhan dengan banyak nya agama yang ada di Indonesia. “Persoalan mereka mau beribadah atau tidak, itu hak masing-masing. Tapi, setiap manusia berTuhan sesuai kepercayaan masing-masing,” ujarnya.

Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya, kita sebagai warga negara yang hidup berdampingan, wajib menghargai, menyayangi satu sama lain. Kemudian, yang Ketiga. Persatuan Indonesia, artinya. Setiap warga negara, mulai dari tingkat RT, sampai negara. Harus bersatu, gotongroyong.

“Persatuan ini penting, tanpa kita bersatu menjadi satu kesatuan. Maka, sulit untuk mencapai tujuan dan kokoh dari segala lini. Perbedaan itu pasti ada, tapi jangan sampai perbedaan dijadikan alat perpecahan antar sesama,” ungkapnya.

Related post

Dari Bangku Sekolah ke Ruang Parlemen, PLDP Cetak Generasi Muda Berani Bersuara

Dari Bangku Sekolah ke Ruang Parlemen, PLDP Cetak Generasi…

Nuansalampung.com–Kalau ngomongin politik, mungkin yang kebayang itu rapat, debat, atau sidang yang serius. Tapi di Lampung, ada cara yang beda buat…
Kekerasan Anak oleh Ayah Kandung Jadi Alarm Serius, Legislator PAN Minta Pelaku Dihukum Berat

Kekerasan Anak oleh Ayah Kandung Jadi Alarm Serius, Legislator…

Nuansalampung.com–Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PAN, Diah Dharma Yanti, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan perlindungan perempuan dan anak dari berbagai…
Sambutan Adat Menyapa Wakil Rakyat, Harapan SMAN 1 Abung Pekurun Sampai ke Senayan

Sambutan Adat Menyapa Wakil Rakyat, Harapan SMAN 1 Abung…

Nuansalampung.com–Anggota DPR RI Irham Jafar Lan Putra bersama Anggota DPRD Provinsi Lampung Andriano Dwiki Agusta mengunjungi SMAN 1 Abung Pekurun, Rabu,…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *