
Adik Ketum PAN Berpulang, Mulai Drop Ketika Jalankan Tugas Negara
- PolitikUtama
- April 15, 2023
- 2 minutes read
Nuansalampung.com–Partai Amanat Nasional atau PAN Provinsi Lampung berduka. Salah satu kader terbaiknya berpulang.
Dia adalah Ahmad Fitoni Hasan, adik Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan, yang juga menjabat Sekretaris PAN Provinsi Lampung, sekaligus legislator provinsi setempat asal Daerah Pemilihan Kabupaten Lampung Selatan.
Pria kelahiran Telukbetung, 12 September 1968 itu berpulang pada Jumat malam (14/4/2023).
Kabar duka itu disampaikan oleh Ketua DPW PAN Provinsi Lampung, Irham Jafar Lan Putra, saat dikonfirmasi nuansalampung.com melalui sambungan telepon. Saat dikonfirmasi, Irham sedang berada di rumah duka, di wilayah Jakarta.
Irham menuturkan, almarhum yang akrab disapa Fitoni itu merupakan pribadi yang ulet dan bertanggungjawab dalam bekerja, termasuk dalam kepartaian. Karenanya, Irham pun mengaku sangat kehilangan.
Dia mendoakan agar almarhum diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Terakhir kali, Irham bertemu dengan almarhum sekitar dua pekan lalu, membesuk di Rumah Sakit yang berlokasi di bilangan Jatinegara, Jakarta.
Ketika itu, tutur Irham, Fitoni sempat mengungkapkan terimakasih sudah dibesuk. Irham menyebut, sekitar lima bulan lalu almarhum juga sempat dirawat, karena mengidap auto imun.
Hal senada disampaikan Bendahara DPW PAN Provinsi Lampung Diah Dharma Yanti. Diah juga mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.
Diah mengaku kaget dan sempat tak menyangka, kalau rekan sejawatnya itu harus berpulang di umurnya ke-54 tahun.
Wanita berhijab itupun mendoakan agar almarhum tenang disisi tuhannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Sementara, Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Lampung, Abdullah Surajaya menuturkan, almarhum mulai drop dan merasa sakit ketika menjalankan tugas negara. Sekitar dua pekan lalu, sebagai Anggota DPRD Lampung, Fitoni harus melakukan perjalanan dinas (Pansus), ke wilayah Bandung.
Di Bandung, Fitoni mulai merasa lemas, bahkan sempat memakai kursi roda sebelum mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Surajaya pun mengaku kehilangan salah satu kolega terbaiknya, seraya berharap almarhum tenang disisi Allah SWT.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi



