
Menyeberangi Mimpi di Atas Sampan: Potret Perjuangan Anak-anak Desa Kali Pasir
- DPRD LampungNewsUtama
- Juni 4, 2025
- 2 minutes read
NuansaLampung.com–Pagi baru saja merekah di ufuk timur. Kabut tipis masih menggantung di atas permukaan sungai yang membelah Desa Kali Pasir dan sekitarnya. Suara riak air sesekali pecah oleh kayuhan perlahan dari sebuah sampan kecil—saksi bisu perjuangan anak-anak desa ini menuju bangku pendidikan.
Setiap hari, anak-anak SMA dari Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, harus menantang arus dan waktu demi satu hal: menuntut ilmu. Tak ada jembatan penghubung yang bisa mereka lintasi. Hanya sebatang sampan tua yang menjadi tumpuan harapan.
Jika tidak menyeberangi sungai, mereka harus menempuh jalur memutar sejauh puluhan kilometer melewati jalanan rusak yang berubah menjadi kubangan saat hujan mengguyur. Perjalanan darat itu bisa memakan waktu 30 hingga 45 menit, melalui jalur Desa Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah—bukan pilihan mudah, apalagi aman.
Kondisi ini disaksikan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, Diah Dharma Yanti, saat ia melakukan kunjungan ke desa tersebut dalam rangka sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan pada Selasa, 3 Juni 2025. Ia datang melalui jalur darat, merasakan sendiri getirnya perjalanan menuju Kali Pasir.
“Selain jauh, jalan menuju desa ini rusak parah dan sudah tidak beraspal lagi. Kalau hujan, sangat sulit dilalui,” ujar Diah.
Kepeduliannya tak berhenti pada kunjungan semata. Diah segera berkomunikasi langsung dengan Gubernur Lampung dan Ketua DPRD Provinsi, menyampaikan dua video kondisi lapangan yang ia dokumentasikan. Respons cepat pun datang.
“Alhamdulillah, keduanya langsung menanggapi. Sebenarnya sejak Februari lalu, saya sudah mengusulkan pembangunan jembatan ini kepada Ketua DPRD,” ungkapnya.
Kabar baiknya, jembatan yang akan menghubungkan Desa Kali Pasir dengan Desa Tanjung Tirto sedang dalam proses pengajuan pembangunan. Menurut Diah, Gubernur menyatakan proyek tersebut segera dilaksanakan, sementara Ketua DPRD mengonfirmasi bahwa pembangunan akan didanai melalui Bantuan Presiden (Banpres).
Namun, hingga jembatan itu berdiri kokoh di atas aliran sungai, anak-anak itu akan terus menyeberangi mimpi mereka dengan dayung kecil, menyusuri harapan di atas perahu.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur,” ujar Diah, “ia adalah penghubung masa depan, penghapus keterisolasian, dan peneguh semangat anak-anak desa untuk terus belajar.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi





