
Listrik Mati Seharian, Warga Kerugian
- NewsUtama
- Juni 5, 2024
- 3 minutes read
Nuansalampung.com–Jejaring sosial dipenuhi dengan kritikan warga. Warga mengaku banyak merugi akibat listrik mati seharian.
“Kita Masyarakat berharap agar PLN segera menghidupkan, karena jumlah kerugian yang diderita banyak sekali,” kata Ketua Partai Gerindra Kota Bandarlampung, Andika Wibawa, Rabu (5/6/2024).
Bukan cuma masyarakat umum, menurut Andika, para pengusaha juga banyak yang rugi besar akibat padamnya aliran listrik seharian. Apalagi tidak semua masyarakat punya genset.
“Ada peternak ayam yang ayamnya mati ratusan ekor. Ada yang punya kolam ikan dan kolam udang pakai kincir kalau tidak ada genset ikan dan udangnya mati,” tuturnya.
Dia menyadari bahwa PLN pasti berupaya keras semaksimal mungkin. Namun semestinya PLN sedia payung sebelum hujan.
“Tapi inikan pelajaran untuk PLN. Artinya kan harus antisipasi, siap sedia alat cadangan atau apa begitu terjadi kerusakan. Karena efeknya banyak bener ini. Bursa saham mati, mau tarik tunai ATM tak bisa,” keluhnya.
Baca juga:
Listrik Padam Berjam-jam, Benny: Kinerja PLN Harus Dievaluasi
Sebelumnya, aliran listrik empat provinsi di Sumatra padam sejak sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa, 4 Juni 2024. Pemadaman itu terjadi di Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Berdasarkan informasi sistem kelistrikan Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mengabarkan pemadaman listrik itu akibat gangguan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 275 kilovolt (kV) Lubuk Linggau-Lahat. Kondisi itu berimbas pada sistem kelistrikan di Lampung.
“Pelanggan PLN yang terhormat, sehubungan dengan gangguan transmisi SUTT 275 kilovolt (kV) Lubuk Linggau-Lahat. Sehingga, berdampak pada sistem kelistrikan di wilayah kerja provinsi Lampung,” tulis PLN di beberapa media informasi.
Diketahui, hingga Rabu siang (5/6/2024) listrik di Kota Bandarlampung belum juga pulih. Beberapa daerah sudah mulai hidup, namun masih banyak yang mati.
Hingga berita ini diturunkan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung Darma Saputra belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, belum merespon.(nuansa1)
Editor: Agung Chandra Widi
TONTON VIDEO: KLIK





