
Sekolah Kader Perubahan PKB Diharapkan Jadi Wasilah Penggerak Perubahan
- DPRD Lampung
- Juli 29, 2025
- 6 minutes read
Instruktur Sekolah Kader Perubahan (SKP) dari DPW PKB Lampung, Miswanto, mengatakan bahwa SKP diharapkan dapat menjadi sarana edukatif bagi generasi muda dalam memahami dunia politik secara sehat dan menyenangkan.
Kegiatan SKP tersebut digelar di Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, pada Selasa (29/07/2025).
“Harapannya, melalui SKP ini, para remaja dan generasi mendatang bisa mengenal dunia politik lebih dekat. Mereka perlu tahu bahwa politik itu dinamis, asyik, dan menarik. Dengan begitu, tidak ada lagi rasa takut atau khawatir untuk terlibat dalam dunia politik, khususnya bersama PKB,” ujar Miswanto.
Ia menambahkan, dari kegiatan ini, diharapkan akan lahir kader-kader perubahan yang menjadi wasilah—penggerak—dalam lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan menjadi khairunnas (sebaik-baik manusia) yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Intinya, kegiatan SKP ini bertujuan untuk meyakinkan para pemuda, khususnya di Desa Sanggi, agar tidak apatis terhadap politik. Kami yakin mereka bisa memahami materi yang disampaikan dengan baik,” lanjutnya.
Optimisme ini diperkuat oleh antusiasme para peserta yang hadir. Menurut Miswanto, tingginya partisipasi menunjukkan bahwa para pemuda mulai terbuka terhadap dunia politik dan memiliki semangat untuk belajar.
Miswanto juga menjelaskan bahwa kegiatan SKP merupakan agenda nasional yang diselenggarakan secara bertahap di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat wilayah hingga kabupaten. Setiap anggota legislatif dari PKB diberi mandat untuk melaksanakan kegiatan ini secara langsung di dapil masing-masing.
“Ini bukan hanya program DPC atau DPW semata. Setiap anggota legislatif diwajibkan mencetak dan menyiapkan generasi muda yang siap menjadi pelopor perubahan melalui pendidikan politik yang sehat,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung Hanifah menyampaikan selama ini, banyak orang baru tertarik berpolitik hanya saat menjelang pemilu. Setelah terpilih atau setelah pemilu selesai, keterlibatan mereka pun meredup. Padahal, sebagai wakil rakyat, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus membangun dan mengorbitkan kader-kader yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Kita harus terus bekerja bersama konstituen, bersama masyarakat. Karena itu, Sekolah Kader Perubahan ini menjadi wadah penting untuk menggerakkan pemuda-pemudi. Selama ini, banyak anak muda menganggap politik itu tidak penting—baru menyadari keberadaannya saat pemilu datang. Setelah itu, mereka kembali pasif, seakan politik tak lagi menyentuh kehidupan mereka,” kata Hanifah.
Padahal, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung itu melanjutkan politik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam komunikasi, pengambilan keputusan, dan memperjuangkan kepentingan bersama-semuanya tak lepas dari nilai-nilai politik.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk kader-kader yang aktif, sadar politik, dan memiliki semangat perubahan. Harapannya, dari tahun ke tahun, akan semakin banyak generasi muda yang ikut bergerak. Meskipun kegiatan seperti ini hanya bisa digelar satu kali dalam setahun, kami optimis dampaknya akan berkelanjutan,” tegasnya.
Sumber: wartapost.co.id





