Banjir Melanda, Petani Kates Lampung Selatan Merugi Puluhan Juta

Video: Banjir di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan.//dok

Nuansalampung.com–Jadi petani merupakan profesi yang cukup menjanjikan. Banyak peluang pertanian yang bisa dipilih untuk menopang kehidupan. Salah satunya bertani tanaman kates.

Kita ketahui bahwa kates saat ini sedang sangat dibutuhkan oleh pasar. Bahkan menembus pasar ekspor. Selain untuk dikonsumsi, kates juga diproduksi sebagai salah satu bahan baku pembuatan kosmetik. Itulah yang menyebabkan kebutuhan akan kates meningkat drastis. 

Masyarakat pun berbondong bondong berupaya menjadi petani kates, dengan harapan bisa meraup rezeki berlimpah dari tanaman tersebut.

Namun belakangan, banyak petani kates merugi, akibat hama dan cuaca ekstrem, bahkan banjir yang merusak tanaman mereka.

Kondisi itu dialami oleh para petani kates di kawasan Lampung Selatan, tepatnya di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas.

Hujan deras yang melanda daerah perkebunan mereka sejak awal Januari 2022 menyebabkan aliran sungai Way Pisang meluap.

Akibatnya, akses jalan utama warga untuk menuju perkebunan banjir.

Perkebunan mereka juga terendam air, mengakibatkan tanaman mereka banyak yang tercabut dan terseret oleh aliran air.

Warga setempat yang juga petani kates, Asnawi (57) mengungkapkan, sepekan terakhir cuaca sangat ekstrim, hujan grimis tak berhenti. 

Iklan Mengambang

Kondisi terparah terjadi pada  Senin malam (10/1/2022), sekira pukul 10:00 WIB. Hujan tidak berhenti hingga subuh, mengakibatkan sungai meluap drastis.

Namun kala itu tidak menyebabkan tanaman rusak parah, hanya menyisakan sampah di perkebunan.

Dua hari berselang, terjadi lagi hujan deras mulai pukul 10:00 WIB hingga subuh, mengakibatkan tanaman kembali terendam. Hal itu menyebabkan banyak batang kates membusuk.

Tak berhenti di situ, dua hari berikutnya, tepatnya pada Jumat malam (14/01/22), terjadi hujan deras lagi, menyebakan air sungai kembali menghantam tanaman, banyak yang terangkat dan terseret banjir. 

Kerugian warga ditaksir mencapai puluhan juta rupiah akibat bencana banjir tersebut.

Asnawi berharap pemerintah dapat turun tangan, minimal memberi bantuan berupa obat tanaman, seperti obat rumput, obat hama, termasuk pupuk dan bantuan lainnya yang bisa meminimalisir kerugian warga.(nuansa2)

Laporan: Andi Hamzah

Editor: Agung Chandra Widi

Related post

Dari Bangku Sekolah ke Ruang Parlemen, PLDP Cetak Generasi Muda Berani Bersuara

Dari Bangku Sekolah ke Ruang Parlemen, PLDP Cetak Generasi…

Nuansalampung.com–Kalau ngomongin politik, mungkin yang kebayang itu rapat, debat, atau sidang yang serius. Tapi di Lampung, ada cara yang beda buat…
PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat Hingga Pelosok Daerah

PKS Lampung Tebar 17.400 Paket Daging Kurban, Jangkau Masyarakat…

Nuansalampung.com–Semangat berbagi dan kepedulian sosial pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Lampung. Melalui…
Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi Hits di Bandar Lampung

Bouly Forest, Tempat Makan Bernuansa Vila Mewah yang Lagi…

Bukan di Puncak, Tapi di Bandar Lampung! Cafe Ini Punya Suasana Sejuk dan Estetik Healing Tanpa Keluar Kota! Bouly Forest Jadi…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *